Berbagai jenis buku, tersusun rapi di rak tinggi. Cukup puas untuk memanjakan mata Anda menyusuri dunia melalui sekitar seribu lebih koleksi homerian. Yang menarik, kesemuanya merupakan buku tangan kedua. Mulai dari buku sastra, referensi film, chiklit, novel hingga buku lama yang tidak terkira lagi nilainya hingga hanya boleh dibaca di tempat. Bagi sang pemilik, tak ada istilahnya buku bekas, seluruh buku tersebut mempunyai sejarahnya sendiri. Bahkan ada buku yang dulunya milik seorang penulis atau aktivis sosial kenamaan.
Nama Homerian berasal nama si empunya yang sama dengan nama seorang sastrawan Eropa, Homer. Homerian akhirnya diartikan sebagai buku koleksi Homer. “Semuanya berangkat dari pemikiran ‘mau diapakan koleksi buku yang sudah selesai dibaca ini’. Akhirnya saya dan suami mencoba iseng-iseng untuk berjualan buku second semacam ini. Ternyata banyak yang mau. Mulailah Homerian dikelola lebih dari sekedar iseng,” jelas Ibu Homer yang lebih kerap disapa dengan nama gadisnya, Mbak Esthi.
Diawali dengan sistem gerilya, Homerian dulunya memasarkan buku koleksi pribadi dari mulut ke mulut. Dirintis pertama kali justru ketika keduanya berada di Jakarta, sekitar tahun 2000. Ketika kembali ke kota Jogja pada 2005 lalu, disulaplah sebuah rumah sederhana di pinggir jalan tersebut menjadi toko buku dan perpustakaan.
Koleksinya yang berbeda dengan taman bacaan pada umumnya, mungkin yang akhirnya juga membedakan harga sewa buku yang dihitung per hari masa peminjaman. Untuk satu buku dibandrol harga Rp 1.000,- satu hari sewa, dengan maksimal peminjaman satu buku untuk jenis buku impor dan dua buku untuk kategori buku lokal.
Untuk bookshoop-nya sekitar 70% merupakan buku impor, yang didapatkan dengan cara berburu dari satu toko buku ke pameran buku hingga mendatangi langsung penerbit yang gulung tikar. Harga buku yang dijual beragam mulai dari Rp 5.000,- hingga Rp 250.000,- . Sedangkan untuk library, koleksi buku lokal tidak kalah dibandingkan buku impor. Terutama karya-karya Pramudya Ananta Toer yang disebut sebagai koleksi yang sangat dijaga karena makin susah dicari di pasaran bebas.
Namun, walaupun dijual bukan berarti buku-buku tersebut tak dapat dinikmati secara cuma-cuma. Anda boleh saja membaca buku tersebut di tempat. Selain buku, Homerian juga menyediakan berbagai koleksi film format DVD. Ditambah, beberapa koleksi CD original lama yang dijual seharga Rp 25.000,- saja. Semuanya memang merupakan koleksi pribadi dan barang tangan kedua, namun untuk kualitas tak perlu dikhawatirkan. Anda juga pencinta buku dan film? Mungkin Homerian patut untuk dicoba.
No comments:
Post a Comment